Diskusi dan Peluncuran Buku I Wayan Madik Kesuma: Anak Bali yang Melanglang di Bisnis Properti

 

Jakarta – 15 Februari 2025. Kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat dinilai hingga saat ini masih sangat potensial bagi pengembangan bisnis perumahan.

Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia (Leads Property), Martin Samuel Hutapea mengungkapkan bahwa di kawasan Sentul, setidaknya ada sekitar 3.000 unit baru yang diluncurkan sejak pandemi tahun 2020 hingga saat ini.

“Tingkat penjualan hunian di kawasan Sentul ini cukup bagus dan tinggi yaitu berkisar 70-90 persen,” kata Martin Samuel Hutapea, dalam diskusi dan peluncuran buku ‘I Wayan Madik Kesuma: Anak Bali yang Melanglang di Bisnis Properti’, di Sentul, Sabtu (15/2/2025).

Uniknya, kata Martin, saat ini harga hunian tapak di kawaasan Sentul tersebut sudah di atas Rp1 miliaran per unit. Bahkan, ada yang mencapai hingga Rp3 miliar.

Dinamisnya perkembangan lingkungan ekonomi properti ke Bogor, Jawa Barat terekam di buku I Wayan Madik Kesuma, Anak Bali yang Melanglang ke Bisnis Properti. “Kiprah Wayan menjadi bagian dari wajah perusahaan properti dalam Bogor. Mulai dari satu proyek di dalam Cibinong, Kota Bogor pada 2013 hingga saat ini berbuah berubah menjadi tiga proyek, berubah jadi salah satu rekam jejak denyut bidang usaha properti di dalam Bogor yang terus menggeliat,” kata Edo Rusyanto, penulis buku pada peluncuran buku dalam Sentul, Bogor, Hari Sabtu (15/2/2025).

Buku yang mana ditulis Edo bersatu jurnalis properti, Masykur Hardiansyah itu juga memotret bagaimana keadaan Bogor sewaktu dihantam pandemi Covid-19. “Saat pandemi, perusahaan Wayan melakukan perubahan sebagai akad kredit dengan konsep drive thru yang dimaksud mujarab menyimpan pelanggan rumah. Idea yang dimaksud permanen menerapkan protokol keseimbangan yang dianjurkan pemerintah kala itu,” lanjutnya.

Buku setebal 125 halaman dibalut dengan foto artistik itu juga merekam bagaimana permintaan hunian dalam Bogor yang dimaksud terus moncer. Mulai dari segmen rumah simpel hingga menengah atas. “Kami ada dua segmen, ke Graha Laras Sentul untuk nilai dalam menghadapi Rp1 miliar, sedangkan di proyek Dramaga, Geriya Selaras dibanderol Rp400 jutaan,” tutur Wayan.

Pasar properti di dalam Bogor ketika pandemi hingga kini, tambah Wayan, tergolong cukup dinamis. Pasar membutuhkan kualitas yang baik kemudian nyaman, juga lingkungan perumahan yang digunakan sehat.

Red Irwan



Posting Terkait

Jangan Lewatkan